RESPONSIBILITAS PELAYANAN KEGIATAN PEKAN IMUNISASI NASIONAL DI PUSKESMAS CILENGKRANG DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE SEBAGAI UPAYA ERADIKASI POLIO

  • Metha Dwi Tamara Prodi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia
Keywords: responsibility, pekan immunisasi nasional, PIN, polio eradication

Abstract

Pekan Imuniasai Nasional (PIN) ini dilakukan dikarenakan kasus Polio yang kembali muncul di Indonesia yaitu di Aceh dan Purwakarta. Berdasarkan laporan cakupan imunisasi rutin, dua provinsi yang sangat berisiko tinggi dilihat dari cakupan vaksinasi Oral dibawah 60% pada tahun 2020. Sementara ada 13 provinsi yang warnanya merah ini adalah yang beresiko tinggi dimana cakupannya hanya berkisar 60-79%. Jika dilihat berdasarkan kabupaten kota, dari 514 kabupaten kota kita masih punya 60 yang sangat beresiko yang cakupannya dibawah 60%, kemudian ada 132 kabupaten kota yang resikonya tinggi antara 60 sampai 79% cakupannya kemudian yang resiko sedang ada 166, dan yang resiko rendah itu ada 154 kabupaten kota. Tentunya pelaksanakaan PIN perlu di dukung oleh peran Tenaga Kesehatan. Responsibiltas disini merupakan respon dan sikap proaktif tenaga kesehatan terhadap kegiatan PIN, sedangkan Perspektif Good Goverment yang dimaksud disini merupakan sikap profesional yang bertanggung jawab terhadap tugasnya. Untuk mengetahui Responsibilitas Pelayanan Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas Cilengkrang dalam Perspektif Good Governance sebagai upaya Eradikasi Polio. Untuk mengetahui Responsibilitas Pelayanan Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas Cilengkrang dalam Perspektif Good Governance sebagai upaya Eradikasi Polio. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan 8 informant. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Penanggung jawab imunisasi yang diberikan kepada seorang Bidan yang kompoten,         Memiliki kebijakan pengelolaan SDM (sumber daya manusia) yang baik dan  Memiliki kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana sudah memadai.

References

Ainur Rohman, Ahmad & dkk. (2010). Reformasi Pelayanan Publik. Malang: Averroes Press.
Atika. (2010). Imunisasi dan Vaksinasi. Yogyakarta: Nuha Medika.
Azheri, Busyra. (2012). Corporate Social Responsibility. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Lisnawati. (2011). Generasi Sehat Imunisasi. JMJ, Volume 6 (1), 47.
Muslimah, Syarifah. (2016). Responsibilitas Pelayanan Publik pada RSUD Salewangan Kabupaten Maros. Makassar, Universitas Hasanuddin.
Niken, dkk. (2019). Kebidanan Kominitas. Yogyakarta: Fitrayama. Pasolong, Harbani. (2011). Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Pemerintah Indonesia. 2015. Rencana Strategi Kementerian Kesehatan Tahun 2015- 2019. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Pemerintah Indonsia. 2015. Jumlah Penderita TB Paru BTA Positif. Dinkes Provinsi Jawa Timur 2016. Jawa Timur.
Rahardian, A.H. & Rusantono, B. (2015). Pengaruh Responsibilitas dan Sikap Kerja Tehadap Kualitas Pelayanan di Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Transparansi Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, Volume 7 (2), 123.
Rindawati, Septi & Marjoyo. (2017). Resposibilitas Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu. Sosiohumaniora, Volume 19 (2), 121.
Royan Sari, Putri. (2017). Responsibilitas Pelayanan Publik Dalam Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) Dan Kartu Keluarga (KK) Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Mandailing Natal.Universitas Sumatera Utara, Medan.
Sinambella, Lijan Poltak. dkk. (2011). Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV.Alfabeta
Published
2023-07-21
How to Cite
Dwi Tamara, M. (2023). RESPONSIBILITAS PELAYANAN KEGIATAN PEKAN IMUNISASI NASIONAL DI PUSKESMAS CILENGKRANG DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE SEBAGAI UPAYA ERADIKASI POLIO. Jurnal Sehat Masada, 17(2), 80-86. https://doi.org/https://doi.org/10.38037/jsm.v17i2.438